Kesederhanaan Terindah

Bisakah momen itu terulang kembali Mendengarkanmu bernyanyi sambil memainkan gitar akustik di depan kobaran api unggun yang liar Memandang rambut hitammu terembus angin malam yang nakal Jujur saat itu aku mengucap syukur telah dipertemukan dengan bidadari sepertimu Bagiku Momen kita berdua di saat yang lain sudah tertidur pulas waktu itu adalah kesederhanaan yang terindah Apakah kau merasakannya? Continue reading Kesederhanaan Terindah

Merah

Dara memanggil namanya Hanya hening yang membalas ini sudah malam jam dua belas Dara bertanya-tanya Kenapa Patria tidak menjawab pesannya lagi Jari Jaka mulai menyusuri sekujur tubuh bersimbah peluh memekik dalam kelu Dara merasa ini pemakaman harga diri yang paling mahal Desah satir Jaka menyisakan penyesalan yang dalam buat Dara Sesak dada Dara membisikkan nama kekasihnya Patria…maafkan aku yang tidak kuasa menahan hasrat Aku butuh … Continue reading Merah

Pejalan

Mungkin ini kelemahanku. Segelas pinacolada menggetarkan sesak dada yang terhimpit kesedihan nan enggan. Denting gelas buncit di malam penghabisan itu sepotong hati jatuh pada pada gadis berbibir tipis beralis gerigis. Kota ini sungguh sepi dan aku bergegas memanggil taksi. Saat pagi menjemput, purnama kasihan pada seorang pengembara penuh duka, yang kerap jatuh cinta pada perempuan yang sama, jiwa yang sama. Terkadang hujan bertanya apa ia … Continue reading Pejalan

Rahasia

Ada saat deru nafasmu terhenti di lintasan leher kendiku Lalu jemarimu diam-diam menyelinap di lipatan saku bobak demi menguak rahasia yang bersemayam di dalamnya Rahasia bukan lagi rahasia melainkan suatu misteri Namun sayang terlanjur meleleh dalam ingatan terdalam Saat ia tidak sudi lagi menjadi cinta yang di sia – siakan Untuk kesekian kalinya. Continue reading Rahasia