Roman Picisan

Saat kehidupan berada di ujung tanduk, cinta itu datang dengan rona muka berkilau kemerahan
Sayang seribu sayang, cinta itu kemudian pulang dengan wajah pucat pasi, seperti bulan di siang hari
Alunan desir ombak yang tertayang senja itu menyadarkan sukma kami bahwa yang terkisah dalam roman picisan benar-benar nyata
Cinta tak selamanya harus memiliki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s