Teman Melainkan Keluarga

Dua-tiga purnama berlalu. Luapan gembira akan pesta perpisahan itu tetap berkumandang di jiwaku. Dalam hening di setiap doa senja ku selalu berharap masa mudaku selalu hangat dibungkus keceriaan. Sehingga hidupku ibarat sari bunga mekar bersemi dalam kelopaknya dan mengusik kupu-kupu kecil. Sudah kulalui perang perebutan nikmat dan sakit, damai dan gaduh yang merata di lubuk rasaku.
Pada akhirnya ku sadar, aku tidak memiliki teman melainkan keluarga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s