Mahakarya

Lihat lelaki itu
Adakah dia membumi
Setelah melangitkan syair-syairnya ke udara

Ia seorang pujangga berkerah putih
Kerap merayakan cita dalam denting nada
Pada kesunyian palung cinta yang kerap alpa menyapa
Hingga bias fatamorgana di dada

Ia berdansa dengan senja di sela-sela retak tebing relikui cinta

Baginya
Heningmu itu paripurna

Dan paras cantikmu
Itu mahakarya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s