Prasasti

Biar hati lelah, lara takkan gundah dalam lemah Bangkit hadap mentari biar terik ku tak layu Masih terngiang suara ibu membisik petuah Berlari kerah lagi selagi ku dirgahayu Adakah hidup ini akan selalu sendiri? Senantiasa dihakimi, dihukum darah sendiri Mana langit dijunjung di situ bumi kupijak Usaha yang kan kuusung harus bijak Dari putih mata, biar putus tunjang, putih tulang Pernah terbuang, dampar dasar cerun curam suram Bila hati bercahaya pasti kan temui jalan pulang Hapuskan ego hapuskan masa lalu suram Akan kutempuh jalan pulang demi prasastiku, Kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s