Di Ambang Dosa

Dunia seolah murka mencari cela, silap, hina dan gelapku
Ia membubuhkan matanya sembari menyuruhku berhenti bergemuruh
Aku terpaku kenestapaan
Entah kapan dan berganti lawan

Cukup kita tahu apa yang orang lain tidak tahu menahu
Dosa terapung, tergantung ke langit hujung kala cinta diusung
Ku terhinggut-hinggut, berserabut pada ribut semata
Sayang, bila aku berbadan dua kau bisa terima?

Saat diam jadi senjata
Pasrah di petala lapan lemas berdekapan
Di persada luka kita lekas leka
Desah masih tergantung di ubun-ubun petapa

Bila berangsur guruh berlabuh di langit tujuh

Itu aku dengan segala khilafku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s