Bimbang

Pagi tadi aku tersenyum

Lambaian tangan tak bermakna apa apa

Kedipan mata seolah ingin menghampirinya

Pesona wajah selembut filter foto dibingkai

Sebenarnya

Semua hal fisik itu membosankan

Kala kita hidup di atas puing puing masa lalu

Pancaran auramu mengganggu transmisi sinyal lemahku

Memandangmu seperti sesuatu hal yang rumit

Seperti hendak memecahkan kubus rubik yang membingungkan

Aku melihat sebuah peta di senyumanmu

Ada apa ini, mengapa pintu hati terbuka?

Celaka!

Aku sudah bertekad ingin pulang

Sayang, bisa kau buka pintunya? 

Dia di ujung sana terdiam

Aku bimbang

Telepati terputus

Aku dalam masalah besar jika berpaling sekarang

Aku takut kehilangan

Tapi radar itu semakin berkedip kedip

Aku bertekad sebuah pengabaian yang ceroboh

Tiba tiba wanita itu mendekat dan bertanya kepadaku

“Apa hasratmu?”

Aku menjawab

“Mencintaimu.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s