Dalam Tetirahku

Kupikir dalam jeda sesaat keheninganmu, kau akan memilih aku sebagai pundak terakhir yang kau tuju di saat dia mempermainkan hatimu.

Ternyata tidak, kau lebih senang hatimu disakiti dan dikhianati oleh bedebah itu.

Selebihnya, dalam tetirahku, aku lebih paham jalan pulang menuju kebaikan dibandingkan dirimu dan dirinya.

Oh ya, sila ambil sikit uang di laci, emas, kunci mobil dan surat rumah. 

Aku sudah punya janji, aku harus pergi ke surga. Sampai jumpa di majilis tu nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s