606

Kau bilang puisi telah mati terjerembab bumi 

Aku tak pernah merasa seperti itu

Masih ingatkah kita pernah merayakannya dalam ritual pertemuan rahasia di kamar 606
Duabelas purnama bukan waktu yang singkat untuk kita

Merindui dan merestui sebuah pertemuan yang singkat pula

Kupikir sudah terlalu banyak puisi yang bertalu mengetuk hati dan otak kita masing-masing
Apakah kau sudah bosan bila sekedar bertemu di singgasana kerinduan?

Baiklah bila demikian

Dengan ini aku sampaikan kepada dunia

Bahwa aku telah memilihmu dan sebagai persembahannya

Sebuah puisi yang telah naik kasta

Yang terbuat dari pernak pernik dan mutiara 

Yang terukir dari ornamen wajah pualam

Meskipun kau tidak menghendakinya

Aku bersikeras bahwa kau adalah kesalahan terindah 

Dan kita ada adalah kenangan terindah!

*disadur dari puisi karya ayuthia, my favorite writer.

Advertisements

One thought on “606

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s