Dada

Dada
Di dada sungai kegalauan

Kita menghitung cahaya

Bermanja dengan riak-riak

Merapat kita perbincangkan warna
Bibir mungilmu terjatuh ke dasar sungai

Tenggelam bersama warna-warni

Hitam yang telah lama tergores di dada

Tenggelam seiring kilauan intan menjerit berenang
Di dada sungai, warna-warni bertengkar
Di dada kita, warna putih yang tersisa

Itu cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s