Para

Para
Langit biru, bunga-bunga di taman, buku-buku tua, pagi yang sejuk, segelas kopi hitam, dan tawa anak kecil

Mereka para kekasihku
Manusia yang piawai mengubah cerita sedih jadi bahagia serta menukar tangis jadi tawa 

Mereka para pahlawanku
Sedangkan aku

Orang pertama yang membela

Tidak mau melihat mereka membeku jadi patung di taman kota masa lalu
Hingga terlupakan dan mulai terabaikan, lalu terbuang
Aku penjaga para kekasih dan pahlawanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s