Dunia Gila

Dunia Gila
“Kenapa tertawa?”

“Kenapa tidak angkat bicara?”

“Jadi anda pilih satu, dua atau tiga?”
Haha
Pertama, salahkan Fitsa

Kedua, zina dengan Firza

Ketiga, coba fitnah Veronica 
Banyak badak bercula dan bermuka dua

Orang diadu domba

Semua tentang harta, tahta dan Pevita, eh wanita
Apa yang lebih hina dari fitnah dan zina?

Sudahlah saya penat
“Hei, hendak kemana?”

“Tidak ikut-ikutan gila kah?”
Hahaha
Saya lelah berperang kata-kata

Saya pernah lawan pembela perkara namun sia-sia

Hingga saya sebatang kara di Jakarta

Melewatkan siang malam dengan air mata

Tak ada yang lebih tragis dari terpisahnya sebuah keluarga

Tak ada yang lebih sedih dari seorang ayah yang tak bisa bersama anaknya
Lelah payah saya cuci muka

Coba tertawa dibalik derita

Meski air mata tak kunjung jera
Sudahlah, lu buat dosa

Gua bikin prosa
“Sadaap. Dasar orang gila!”
Hahahaha
Anda salah

Saya sudah pernah gila
Sejak ditinggal dia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s