Anggur Merah

Aku marah

Pada segelas anggur merah

Aku tertawa terbahak

Kukira arak aku bentak
Sepanjang senja membentang

Aku terlentang
Bibir mencubit lidah berpagutan

Persetubuhan yang tak terelakan

Harga diri tercerai dari hati

Asa menyerah kalah terkulai
Setelah hening tiba

Aku berkaca

Bukan untuk dia

Bukan pula nak ke pesta
Malam nan edan

Penghabisan gelas ke delapan
Malam terakhir seorang perawan
Aku berkaca

Pada segelas anggur merah
Oh luka

Masihkah kau tertawa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s