Jam Piro Iki?

Kasur itu basah oleh keringat dan kerak air mani yang membekas seperti gugusan pulau.

Kulitnya yang putih mulus bergelantung di sosok badan kekar. 

Tangan itu dingin,  beku seperti es batu. Jantungnya berhenti berdetak sesaat setelah dia orgasme untuk kedua kalinya.

Setelah itu suasana hening.

Ia duduk di samping lelaki yang setahun lebih muda darinya itu dan menyalakan sebatang rokok.

Baru sekali hisap, mendadak sontak ia teringat sesuatu.

“Jam berapa ini? Oh shit, aku lupa! 

Hari ini suamiku datang dari Jakarta!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s