Sekop

Sekop
Aku tidak merasa di atas

Juga tidak merasa di bawah

Walau sempat terbenam di bawah tanah kering

Yang akhirnya basah terkena hujan air mata 

Mempermudahku mengaisnya untuk kembali ke dunia

Setelah sekian lama kelam terpendam dendam
Lalu kau bawa baju putih dengan bercak darah dan sayap patahmu itu?

Iya, ini cindera mata dari alam duka

Lantas, buat apa kau bawa sekop itu juga?

Kamu lupa?

Sekop itu yang kau gunakan sewaktu menguburku dulu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s