Ampuni

Ampuni

Garis lengkung yang kau sebut alis anomali

Seperti teks prosais yang tertulis

Membujur dari pias kiri menuju pias kanan 

Batas pualam wajah nan rupawan

Memandangmu, sekali lagi

Membuatku seketika terjaga, tatkala orang-orang serentak menjerit 

Mereka kompak sembari serempak menari

Setelah semua usai, seorang penikung sakit, hampir mati

Aku yang ampuni.

Advertisements

5 thoughts on “Ampuni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s